Wednesday, 30 December 2015

Keakuanku, pada sebuah rasa.

Aku sudah terbiasa denganmu.
Dan satu hal yang tak bisa kubantah: aku betah berada di dekatmu!
Alunan nada yang tercipta
Menyiratkan rona semu yang seketika hadir.
Aku tak pernah berpikir rasa ini ada
Tak pernah terpikir juga kamu akan menjadi salah satu alasan bahagiaku.
Semua berjalan tanpa rekayasa.
Seperti ketika rasa ini mengetuk pintu hati, tanpa tanda tanya, tanpa syarat.
Menyesakkan.
Ketika bayangmu hilang dan memaksaku diam.
Maaf atas setiap silap kata yang kuucap.
Maaf atas setiap salah sikap yang kuperbuat.
Aku tidak akan pernah menjadi yang terbaik.
Tapi selalu berusaha menjadi lebih baik.
Dan kini, aku ingin meyakini, hatiku masih terpaut padamu.
Aku harus menyerah pada keakuanku.
Jadi, izinkan aku menyimpannya.
Menetapkan rasa yang tak ingin kamu tahu.
Biarkan aku mempedulikanmu, tanpa merasa menjadi yang paling peduli.
Biarkan aku menyayangimu, tanpa merasa menjadi yang paling tulus.
Hingga ia menjelma menjadi sebuah cinta.
Karena cinta tidak butuh alasan, bukan?

-FRD-

Friday, 18 December 2015

Rindu, rasa, dan cinta

Ketika sekeping rindu hadir
Hanya berharap tatap
Yang mungkin cukup untuk mengobati sakit karena menahannya

Ketika sebongkah rasa tercipta
Hanya berharap dekap hangat
Yang mungkin cukup untuk menguatkan saat diri lemah karenanya

Dan ketika setitik cinta tersirat
Hanya dapat berpilin doa
Yang mungkin dapat menjaganya
Hingga Tuhan berkenan menyuratkannya

-FRD-
18.12.15