Rasanya enggan untuk berjalan lagi
Walau hanya sekedar bayang yang akan sirna
Rasanya malas untuk menetap lebih lama lagi
Walau raga yang bersua tanpa jiwa
Menatap langkahnya yang tegap
Berlalu dengan cepat
Menempuh jalannya yang panjang
Hanya kosong yang tersisa
Mentari yang bersinar akan tetap sama
Dan senja yang mengerling pun akan tetap sama
Kamu? akan terus terbang dengan sayapmu
Menembus langit yang tak terbatas
Sedang aku? setengah mati berjuang dengan kedua tanganku
Mengoyak tanah yang semakin keras
-FRD-
Walau hanya sekedar bayang yang akan sirna
Rasanya malas untuk menetap lebih lama lagi
Walau raga yang bersua tanpa jiwa
Menatap langkahnya yang tegap
Berlalu dengan cepat
Menempuh jalannya yang panjang
Hanya kosong yang tersisa
Mentari yang bersinar akan tetap sama
Dan senja yang mengerling pun akan tetap sama
Kamu? akan terus terbang dengan sayapmu
Menembus langit yang tak terbatas
Sedang aku? setengah mati berjuang dengan kedua tanganku
Mengoyak tanah yang semakin keras
-FRD-
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteProk...prok...prokkk...keren puisinya.
ReplyDeleteBikinin gue dong Farah, buat Dillah :D