Monday, 22 June 2015

My brain? My brain!!!

Potong aja pala incess, belah aja otak incess... ~(*+﹏+*)~
Tonight, I don't know what happened with my brain! *jambakrambut* ✘Д✘◍
Sampe temen gue nyeletuk, "Gue rasa gesrek lo tambah parah. Buru-buru periksa deh, ntar tambah parah bahaya. Nanti nular lagi."
Dan gue kepikiran buat ke rumah sakit otak. Buat ngencengin sel-sel saraf yang udah kendor.
Karena entah udah bergeser berapa puluh derajat ini otak gue. (ಥ_ಥ)

Cerita berawal dari obrolan ringan di sebuah grup kecil, sampai cerita berakhir pada keluarnya 3 orang dari grup yang berisi 7 tersebut. Dan mereka berspekulasi bahwa saya lah salah satu biang rusuh yang menjadi penyebabnya. Dari hasil investigasi, belum dapat dipastikan apa motif mereka keluar dari grup tersebut. Tapi dari hasil analisis sisa penghuni grup (termasuk saya) kami menyimpulkan bahwa mereka sedang PMS, yang menyebabkan mereka menjadi sensitif dan tidak tahan dengan kegilaan yang ada didalam grup tersebut.
Sampai detik ini, saya masih menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini. Dan pihak berwajib masih menyelidiki kasus aneh ini.
Demikian yang dapat saya sampaikan.

What's going on here? *sokpolos* *ditabok*
Atas saran dari temen gue itu, gue mencoba untuk membenahi otak gue yang 'sedikit' gesrek sebelum nular ke temen-temen gue yang masih waras. (๑^ں^๑)

Hikmah yang dapat dipetik dari cerita ini adalah............. Nggak ada •﹏•
Karena ini bukan daun teh yang dipetik dari pucuknya #ApaSih
Intinya, jadilah manusia yang waras agar bisa menjadi manusia seutuhnya. ヽ(^。^)ノ

Note: abaikan cerita ini jika dirasa dapat merusak sistem otak kalian.
Additional note: rusaknya sistem otak tidak ada hubungannya dengan postingan sebelumnya. 

Sunday, 21 June 2015

Kamu? Alien.

Sesaat singgah, seketika pergi.
Tiba-tiba datang, kemudian melenggang lagi.
Hanya menitipkan sebongkah rasa, lalu membawanya kembali.

Apa maumu? Selalu saja begitu.
Tanpa sadar, melantunkan simfoni indah yang mengandung sendu,
melukiskan emosi yang berujung pilu,
menebar senyum yang hadirkan pilu.

Kamu? Alien.
Entah datang dari mana, tapi tiba-tiba saja merusak sistem otak.
Yang kini tak dapat bekerja dengan normal,
saat apapun tentangmu masuk kedalamnya.

Kamu? Alien.
Makhluk asing yang tidak jelas bentuknya.
Tapi mampu hadirkan rasa yang juga tak jelas bentuknya.

-FRD-

Thursday, 11 June 2015

Rindu yang berjarak

Detik demi detik terus terlewati. Bergulir menjadi menit, sampai terangkum menjadi jam.
Jarum jam itu terus berputar.
Tapi anehnya, waktu tidak pernah berputar.
Ia akan terus melaju ke masa yang belum ku ketahui.
Sekelebat bayangmu tiba-tiba saja melintas di pikiranku.
Jarak yang terbentang jauh, waktu yang telah lama berlalu.
Menghadirkan sebongkah rindu.

Angkuh kah diriku jika mengharapkanmu segera disini?
Egois kah aku jika aku ingin memeluk bayangmu saat ini juga?

Aku tidak bisa pergi.
Rinduku sudah berjarak.
Hanya menanti waktu yang mendekat.
Menggiring jiwamu menujuku.

-FRD-

Tuesday, 9 June 2015

Pelangi kelabu

last time, I listened to my friend's story 'bout his broken heart. He was very upset, dissapointed, sad, down, and another bad feelings. This is the first time he fell.


Cinta itu abstrak, masalah yang timbul karena cinta itu sendiri juga masalah yang abstrak. Tidak bisa dijelaskan, tapi ingin diselesaikan. Rasa sakit dan kecewa seperti sudah menjadi bagian dari cinta. Saat rasa yang dulu pernah menjadi alasanmu untuk tersenyum, ketika dia yang menjadi alasanmu itu pergi, itulah saatnya dia juga yang menjadi alasanmu bersedih. Mungkin rasanya duniamu hancur, semangatmu hilang, dan sebagian pondasi hatimu yang dulu pernah kamu bangun bersamanya mulai runtuh. Ingin rasanya kamu melupakannya segera. Berharap secepatnya dia hilang dari ingatanmu. Hei, kamu ngga akan pernah bisa melupakan orang yang pernah melukis pelangi di hatimu. Mencoba merubahnya menjadi warna hitam? Ngga akan bisa. Warna pelangi ngga akan berubah. Warna pelangi hanya akan memudar, kemudian menghilang. Sadar ngga kalo apa yang kamu lakukan saat ini membuat warnanya menjadi kelabu? Menyendiri, meratapi dia yang pergi darimu, mengingat kembali kenangan-kenangan dia bersamamu. Tanpa sadar kamu membuat pelangi itu menjadi abu-abu.
Kepergiannya bukan karena tanpa alasan. Sejuta alasan bisa membuatnya pergi darimu. Kejenuhan dalam suatu hubungan, perbedaan pendapat, orangtua yang tidak merestui, dan alasan-alasan lainnya. Intinya, Allah tidak mengizinkanmu untuk bersamanya saat ini. Kalo dia pergi karena kamu ngga bisa meyakinkan dia, apa kamu bisa meyakinkan diri kamu sendiri? Meyakinkan kalo kamu bisa melewati ini semua, melawan rasa sakitmu. Namanya juga “jatuh cinta”. Jadi, cinta dan jatuh itu satu paket, bukan? Saat dulu kamu merasakan cintanya, mungkin ini saatnya kamu merasakan jatuhnya. Jatuh itu memang sakit, banyak luka yang diterima. So, nikmati aja dulu rasa jatuhnya dan semua lukanya. Masa cuma mau merasakan cintanya.. hehe.. Gimana cara nikmatinya? Ya nikmati aja dengan semua rasa sakit yang ada, dengan semua kekecewaan yang singgah, sampai waktu menghapusnya perlahan, sampai lukamu kering perlahan.
Waktu mengajari kita banyak hal. Mengajarkan arti kesabaran, ketulusan, juga keikhlasan. Yang mungkin saat ini, kita sendiri ngga yakin apa kita bisa atau engga. Tapi yakinlah, waktu akan mengajarinya perlahan. Dengan proses yang mungkin berat, dengan jalan yang mungkin terjal dan berbatu, yang sulit untuk kita lalui.
Menangislah sampai airmatamu kering, kalo kamu rasa itu perlu. Berteriaklah sekencangnya sampai suaramu habis, kalo kamu rasa itu perlu. Dan berhentilah ketika kamu rasa itu cukup. Lalu bercermin. Pantaskah kita melakukan itu? Kita hanyalah lakon yang siap memerankan semua yang sudah diskenariokan. Allah yang hadirkan rasa cinta, dan Allah pula yang hadirkan sakit itu. Apakah kita sudah menjadi aktor yang baik dihadapan-Nya? Allah hadirkan sakit itu agar kita bisa belajar. Apakah kita sudah memantaskan diri untuk mendampinginya?


Rasa sakit itu akan terus ada selama kamu mengizinkannya. Luka itu tidak akan mengering selama kamu membiarkannya tinggal. Bangun kembali pondasi hatimu yang runtuh itu dengan semua rasa sakit, luka dan kekecewaan yang kamu rasa. Bangun sebaik mungkin sampai menjadi pondasi yang kuat. Dan ketika selama proses penyembuhan ini rasa sakit itu hadir kembali, kamu tahu harus bagaimana.
Tetaplah cintai dia selama kamu ingin. Cintai dia dengan cara yang lain; selipkan namanya disetiap perbincanganmu dengan Rabb-mu. Tapi jangan pernah berusaha melupakan, karena kamu ngga akan pernah bisa. Biarkan semua kenangan itu memudar bersama pelangi itu dan hapuslah warna kelabu yang kamu buat. Jika namanya yang tertulis untukmu, dia akan kembali mencerahkan warna pelangimu. Namun jika bukan, akan ada seseorang yang memberikan warna baru di pelangimu.

Friday, 5 June 2015

It's (not) a piece of cake!

Some of you will say that writing is easy. Or maybe some of you will also say that writing is difficult.
But I think, writing is (not) a piece of cake!
Why do I write 'not' in the bracket? I'm not sure. Hahaa..
Maybe depand on the condition.

Intinya, nulis itu gampang-gampang susah. Gampang kalo lagi banyak ide di otak yang siap dituang ke laptop. Susah kalo lagi nggak ada ide yang mampir ke otak. Apa yang mau dituang??
Tapi inget yah. Ide itu DIBUAT, bukan DICARI.
Kalo kita kreatif, apapun yang kita lihat, kita rasa, kita dengar, pasti akan jadi ide.
Jadi ya kenapa 'not' itu ada didalam kurung? Jawabannya tergantung situasi. Hahhaa..
Ada pepatah bilang "Practice makes perfect". Is it right? I think yes.

Melalui program mentoring yang gue ikuti selama sebulan itu membuktikannya. Setiap hari gue harus nulis minimal 2 halaman yang kemudian disetor ke mentor gue untuk dikomentari.
Selama sebulan itu, gue harus 'memaksa' otak gue untuk memproduksi ide sebanyak-banyaknya.
Mungkin sebulan kemaren gue jahat sama otak gue. Karena nyuruh otak gue buat kerja keras.
But I'm sure, kerja keras tidak akan mengkhianati. ^^

If you do what you love, you'll do it passionately, will you?
That's what I do. Because of writing is my passion, I do it with all my heart, with all the risk.
So I will say: Writing is (not) a piece of cake! ^^

Dandelion



Sekilas, tidak ada yang istimewa dari bunga ini.
Dia sangat sederhana, sering tidak terlihat karena tertutup ilalang, sering terabaikan karena bentuknya yang kecil.
Dia juga sangat rapuh, dia menerima dengan rela jika angin membawanya pergi jauh, terbang mengangkasa. Menuju tempat asing, atau bahkan tempat yang tidak diinginkannya. Memaksa dirinya untuk membuat kehidupan baru dimanapun ia jatuh.
Tapi bunga ini mempunyai keistimewaannya tersendiri.
Dari kerapuhannya, dia berjuang sendiri melawan teriknya matahari, kencangnya hembusan angin, dan derasnya hujan yang menghujam dirinya.
Membiarkan dirinya terbang membawa harapan baru, saat singgah di tempat yang baru.
Lalu menunggu orang-orang tersenyum atas kehadirannya.
Dan dia akan kembali berjuang, lalu terbang dengan harapan yang lain, ke tempat yang lain. Begitu seterusnya.

Cobalah melihat dari sisi lain, maka suatu saat kamu akan mengerti.
Dandelion akan selalu indah. Hanya bagaimana caramu memandangnya. ☺

-FRD-

Musim yang panjang

Musim ini menjadi kemarau yang panjang.
Kering, gersang, dan daun-daun yang meranggas.
Sedih dan amarah pun menjadi perasaan yang dominan.
Kegundahan yang menyayat hati, kelesuan yang merobek batin,
dan ego yang membelah otak menjadi kepingan-kepingan kecil.
Walaupun hujan terkadang muncul, namun seketika menghilang lagi.
Tawa riang yang kerap menghiasi musim ini, sedikit menutupi gundah yang kian menjadi.

Musim ini akan menjadi musim yang panjang.
Sepanjang jalan, daun-daun yang gugur dari tangkainya pun menjadi pemandangan biasa.
Wajah-wajah murung tak luput dari pandangan.
Jiwa-jiwa yang haus pun berserakan.

Benar, musim ini adalah musin yang panjang.
Semangat yang membara pun mulai padam.
Cahaya yang benderang pun mulai redup.
Saat sunyi menjadi kawan setia dari jiwa yang kosong dan tak lagi berharap.

Tapi, hei, tataplah langit.
Musim ini akan berakhir.
Bunga-bunga indah akan bermekaran.
Wajah-wajah sumringah penuh senyum pun akan segera terlihat.
Cahaya akan kembali benderang, semangat akan kembali membara.
Keceriaan dan harapan akan segera tiba.

Ini hanyalah musim yang panjang,
Tapi akan segera berakhir.

-FRD-